Patah Hati Bisa Sembuh dengan Rutin Jogging 30 Menit

(Sumber Foto: Alodokter)


Oleh: Nabila Febriyanti

Aruskabar.com – Patah hati sering kali dianggap sebagai persoalan antara hati dan air mata. Rasa sesak setelah hubungan berakhir sebenarnya bisa berdampak hingga ke fungsi tubuh. Apalagi putus cinta, rasanya seperti tamu tak diundang yang datang tiba-tiba dan susah diusir.

Setiap orang punya cara masing-masing buat menghadapi masa-masa seperti ini. Ada yang memilih menyendiri, ada yang curhat ke teman, ada juga yang mencoba sibuk sehingga tak sempat mikirin apa-apa. Namun, tahukah kamu bahwa aktivitas sederhana seperti jogging selama 30 menit bisa menjadi obat alami untuk memulihkan luka hati?


Selama ini, lari kecil sering dianggap hanya untuk orang diet atau orang yang mau mencapai target langkah harian. Padahal, aktivitas sederhana ini juga bisa jadi pertolongan pertama saat patah hati. Merenung dengan mendengarkan lagu-lagu sedih tidak menyelesaikan masalah, cobalah hal baru dimulai dari langkah kecilmu.


Sebenarnya, patah hati bisa datang dari banyak hal, dan tidak semuanya berhubungan dengan cinta dalam arti sempit. Beberapa penyebab umum dari patah hati antara lain:


1.Putus cinta atau cinta bertepuk sebelah tangan

Ini yang paling sering jadi sumber air mata. Ketika hubungan yang dibangun dengan harapan tiba-tiba berakhir, atau saat orang yang kita sayangi tidak membalas perasaan yang sama.


2. Persahabatan yang retak

Kadang, sahabat bisa lebih berarti dari pasangan. Maka saat hubungan itu renggang atau rusak karena konflik, rasa kecewa yang muncul bisa sama menyakitkannya.


3. Dikecewakan oleh orang terdekat

Entah itu keluarga, pasangan, atau teman, ketika orang yang kita percaya justru menyakiti, efek emosionalnya bisa dalam dan lama.


4. Gagal mencapai harapan atau mimpi

Misalnya, gagal masuk kampus impian, gagal mendapat pekerjaan, atau merasa tertinggal dalam hidup. Ini juga bisa menimbulkan rasa kehilangan dan kekecewaan yang mirip dengan patah hati.

Yang membuat patah hati begitu berat adalah karena perasaan itu datang bersama tumpukan kenangan, harapan, dan imajinasi tentang masa depan yang tidak menjadi kenyataan. Pada dasarnya perasaan manusia tidak bisa diatur seperti jadwal meeting, luka semacam ini kadang butuh waktu lama untuk sembuh, kecuali kamu mulai bergerak.

Banyak yang menganggap patah hati itu hanya persoalan menangis semalam, lalu selesai. Padahal kenyataannya, patah hati bisa berdampak luas ke berbagai aspek, dari cara berpikir, emosi, sampai kondisi fisik. Bukan lebay, tapi memang begitulah cara tubuh dan pikiran merespons kehilangan.

Berikut beberapa akibat umum yang sering terjadi saat seseorang patah hati:

1. Kehilangan semangat dan motivasi

Hal-hal yang dulu menyenangkan tiba-tiba terasa hambar. Mau bangun pagi susah, kerja atau belajar jadi berat, dan hidup terasa datar. Seolah energi habis hanya untuk mikirin “kenapa bisa begini?”

2. Gangguan tidur dan pola makan

Ada yang jadi susah tidur, ada juga yang tidur terus-menerus. Ada yang tidak nafsu makan, tapi ada juga yang jadi makan berlebihan sebagai pelarian. Tubuh ikut kacau karena emosi yang tidak stabil.

3. Overthinking dan cemas berlebihan

Patah hati bisa bikin pikiran terus-menerus muter di tempat yang sama. “Aku salah dimana?”, “Dia lagi sama siapa?”, atau “Kalau aku lebih baik, mungkin dia nggak pergi.” Semua pertanyaan itu menumpuk, tapi tidak ada jawabannya.

4. Menarik diri dari lingkungan

Ada kecenderungan untuk menjauh dari orang-orang, merasa sendiri, dan sulit membuka diri lagi. Bukan karena nggak ingin ditemani, tapi karena merasa lelah dan takut disakiti lagi.

5. Gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri dada, atau lemas

Emosi yang berat bisa memicu reaksi nyata di tubuh. Tidak heran kalau banyak orang bilang patah hati itu seperti “sakit tapi nggak berdarah.”

Tapi kabar baiknya, sekuat apa pun efek dari patah hati, kita tetap punya kendali untuk perlahan pulih, meski awalnya terasa berat. Salah satu cara yang sering diremehkan tapi diam-diam ampuh adalah jogging selama 30 menit. Bukan karena lari bisa bikin kita lupa, tapi karena berlari memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas kembali. Dalam setiap langkah dan keringat yang menetes, ada bagian dari diri kita yang perlahan diajak bangkit. Jogging bukan sekadar olahraga, tapi bisa jadi bentuk sederhana dari keberanian untuk mulai bergerak, meski hati masih terluka.


Dikutip Alodokter secara psikologis ketika berolahraga, tubuh akan melepas hormon endorfin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari serta sistem saraf pusat yang berfungsi untuk mengurangi persepsi rasa sakit dan memicu perasaan positif.

Selain itu, olahraga juga dapat melepaskan hormon serotonin. Sama seperti endorfin, hormon serotonin juga berperan dalam mengelola suasana hati. Jadi, aktifnya kedua hormon ini setelah olahraga bisa meningkatkan suasana hati, serta meredakan rasa cemas dan stres. Secara tidak langsung kamu sedang memberikan "pelukan kimiawi" untuk otakmu yang sedang kalut.

Dr. Andien Maharani, psikolog klinis dari Jakarta, menjelaskan, “Patah hati bisa memicu overthinking, kecemasan, dan bahkan depresi ringan. Aktivitas seperti jogging memberikan ruang untuk tubuh dan pikiran bergerak dalam ritme, membantu menenangkan sistem saraf yang sebelumnya tegang,”.

Hal ini nyata banyak dialami oleh banyak orang, contohnya saya. Saya tidak menyangka kehilangan dia begitu begitu menyakiti seperti ini. Awalnya saya pikir saya kuat dan akan baik-baik saja, ternyata dipenuhi rasa sesak dan overthinking. Makan tidak selera, tidurpun gelisah, selalu stalk atau kepoin sosial media mantan kekasih.

Sampai suatu saat, saya bangun dan memutuskan keluar rumah mengenakan sepatu lari yang sudah lama berdebu. “Nggak tahu harus ke mana, yang penting lari aja dulu,” yang ada dipikiran saya saat itu. Ternyata, langkah-langkah kecil saya saat itu jadi titik awal. Jogging 30 menit yang awalnya cuma pelarian, kini jadi sebuah obat penyembuhan.

Dr. Sandy Armandha Adianto Djojosugito, Sp.OT, M.Kes., AIFO menyampaikan jogging mempunyai manfaat jika dilakukan secara rutin serta diimbangi dengan gizi atau nutrisi yang cukup dan istirahat yang cukup. Manfaatnya yaitu penurunan massa lemak, menguatnya otot-otot yang mengakomodir kegiatan jogging seperti otot betis, otot paha, otot panggul, dan otot diafragma, meningkatkan hormon dopamin, yang dapat membantu mood.

Durasi jogging bagi pemula, dalam sehari sebaiknya dilakukan sebanyak satu kali sehari. Sebab dibutuhkan waktu untuk istirahat bagi tubuh dalam meregenerasi sel dan tenaga. Adapun dalam seminggu, setidaknya untuk yang pemula disarankan untuk jogging setidaknya dua kali seminggu dengan durasi 30-40 menit.

Patah hati itu sakit, dan tidak ada yang salah dengan merasa sedih. Kamu juga berhak buat sembuh dan bahagia lagi. Salah satu cara sederhana yang bisa kamu coba adalah jogging 30 menit setiap hari. Mungkin awalnya berat, tapi lama-lama kamu bakal merasa lebih ringan dan bukan hanya di badan, tapi juga di hati. Jogging bisa bantu kamu pelan-pelan keluar dari rasa sedih, memberi ruang buat diri sendiri untuk bernapas dan bangkit lagi.

Nabila Febriyanti

Saya adalah mahasiswa Jurnalistik semester lima yang sedang membangun perjalanan menuju profesi jurnalis. Akun blog ini dibuat pada tanggal 22 Agustus 2025. Ketertarikan saya mencakup berita harian, reportase mendalam, feature, dan opini, yang saya tulis dengan riset dan ketelitian. Website ini menjadi wadah karya jurnalistik saya, berisi tulisan dari tugas kuliah, liputan mandiri, hingga eksperimen penulisan. Harapannya, setiap artikel di sini tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menginspirasi dan membuka wawasan pembaca.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama