![]() |
| (Sumber Foto: CNBC Indonesia) |
-
Keadilan atas kematian Affan (pengemudi ojek online)
Banyak demo yang digelar secara khusus untuk memprotes kematian Affan, pengemudi ojol yang meninggal setelah insiden bersama aparat. Demonstran menuntut agar pelaku diadili, termasuk Kapolri dan pimpinan Brimob. -
Reformasi Kepolisian / Reformasi Aparat Penegak Hukum
Demo menuntut agar kepolisian bertanggung jawab atas tindakan aparat yang dianggap melebihi batas, termasuk penggunaan kekerasan, dan meminta agar ada reformasi dalam mekanisme pengawasan aparat. -
Pertanggungjawaban anggota DPR dan pemerintah terkait tunjangan/anggaran yang dianggap berlebihan
Demonstran menolak usulan tunjangan perumahan yang tinggi untuk anggota DPR, dianggap tidak relevan terutama di tengah beban ekonomi rakyat. -
Tuntutan ekonomi buruh
Kelompok buruh tetap melanjutkan tuntutan yang sudah ada sebelumnya: penghapusan outsourcing, penolakan terhadap upah murah, kenaikan upah minimum, pembentukan satgas PHK, dan reformasi pajak tenaga kerja. -
Solidaritas dan aksi moral
Demonstrasi juga diwarnai aksi solidaritas dari ojek online terhadap Affan — seperti doa, tahlil, lilin, tabur bunga — serta tuntutan agar aparat tidak berperilaku represif terhadap kelompok masyarakat miskin, buruh, ojol yang seringkali terdampak langsung dari kebijakan atau tindakan aparat.
Seruan demonstran pada 29 Agustus 2025 menegaskan, bahwa isu yang mereka angkat bukan sekadar kasus individu. Melainkan cerminan masalah struktural di tubuh aparat, parlemen, dan kebijakan ekonomi. Publik kini menunggu sejauh mana pemerintah dan aparat penegak hukum merespons tuntutan tersebut. Apa sekadar lewat janji, atau benar-benar perubahan nyata yang diharapkan masyarakat.
