Apa Saja yang Dituntut Demonstran Pada Saat Aksi?

(Sumber Foto: CNBC Indonesia)

Oleh: Nabila Febriyanti

Jakarta, Aruskabar.com – Gelombang aksi unjuk rasa kembali terjadi pada Jumat, 29 Agustus 2025, di berbagai titik Jakarta. Ribuan massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka.

Aksi ini dipicu oleh kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang tewas usai insiden dengan aparat, serta berbagai persoalan lain yang dinilai mencerminkan ketidakadilan sosial dan lemahnya tanggung jawab pemerintah.

Dalam aksi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu, demonstran membawa sejumlah tuntutan utama. Mulai dari desakan agar kasus kematian Affan diusut tuntas hingga ke pimpinan tertinggi aparat, permintaan reformasi kepolisian agar tidak lagi bertindak represif, penolakan terhadap usulan tunjangan mewah anggota DPR, sampai pada tuntutan klasik kelompok buruh terkait upah dan perlindungan kerja.

Tak hanya itu, aksi juga diwarnai doa bersama, tabur bunga, hingga penyalaan lilin sebagai bentuk solidaritas dan aksi moral bagi almarhum Affan.

Tuntutan Utama & Sorotan Aksi 29 Agustus
  1. Keadilan atas kematian Affan (pengemudi ojek online)
    Banyak demo yang digelar secara khusus untuk memprotes kematian Affan, pengemudi ojol yang meninggal setelah insiden bersama aparat. Demonstran menuntut agar pelaku diadili, termasuk Kapolri dan pimpinan Brimob.

  2. Reformasi Kepolisian / Reformasi Aparat Penegak Hukum
    Demo menuntut agar kepolisian bertanggung jawab atas tindakan aparat yang dianggap melebihi batas, termasuk penggunaan kekerasan, dan meminta agar ada reformasi dalam mekanisme pengawasan aparat.

  3. Pertanggungjawaban anggota DPR dan pemerintah terkait tunjangan/anggaran yang dianggap berlebihan
    Demonstran menolak usulan tunjangan perumahan yang tinggi untuk anggota DPR, dianggap tidak relevan terutama di tengah beban ekonomi rakyat.

  4. Tuntutan ekonomi buruh
    Kelompok buruh tetap melanjutkan tuntutan yang sudah ada sebelumnya: penghapusan outsourcing, penolakan terhadap upah murah, kenaikan upah minimum, pembentukan satgas PHK, dan reformasi pajak tenaga kerja.

  5. Solidaritas dan aksi moral
    Demonstrasi juga diwarnai aksi solidaritas dari ojek online terhadap Affan — seperti doa, tahlil, lilin, tabur bunga — serta tuntutan agar aparat tidak berperilaku represif terhadap kelompok masyarakat miskin, buruh, ojol yang seringkali terdampak langsung dari kebijakan atau tindakan aparat.

Seruan demonstran pada 29 Agustus 2025 menegaskan, bahwa isu yang mereka angkat bukan sekadar kasus individu. Melainkan cerminan masalah struktural di tubuh aparat, parlemen, dan kebijakan ekonomi. Publik kini menunggu sejauh mana pemerintah dan aparat penegak hukum merespons tuntutan tersebut. Apa sekadar lewat janji, atau benar-benar perubahan nyata yang diharapkan masyarakat.

Nabila Febriyanti

Saya adalah mahasiswa Jurnalistik semester lima yang sedang membangun perjalanan menuju profesi jurnalis. Akun blog ini dibuat pada tanggal 22 Agustus 2025. Ketertarikan saya mencakup berita harian, reportase mendalam, feature, dan opini, yang saya tulis dengan riset dan ketelitian. Website ini menjadi wadah karya jurnalistik saya, berisi tulisan dari tugas kuliah, liputan mandiri, hingga eksperimen penulisan. Harapannya, setiap artikel di sini tidak hanya memberi informasi, tetapi juga menginspirasi dan membuka wawasan pembaca.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama