![]() |
| (Sumber Foto: CNN Indonesia) |
Oleh: Nabila Febriyanti
Aruskabar.com – Suasana haru menyelimuti Gedung Juanda I Kementerian Keuangan pada Selasa, 9 September 2025. Ketika Sri Mulyani Indrawati resmi menyatakan pamit undur diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, dalam acara serah terima jabatan kepada penggantinya Purbaya Yudhi Sadewa. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya satu babak panjang perjalanan Sri Mulyani di pemerintahan, sekaligus awal kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan.
Sri Mulyani menyampaikan pesan penuh makna, yang menggambarkan betapa berat namun juga leganya ia meninggalkan posisi yang telah diembannya. Selama bertahun-tahun, sebuah posisi yang membawanya menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sekaligus memberikan kesempatan besar untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Saya pamit undur diri dan mohon mulai saat ini kami dihormati ruang privasi, ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa,” ucap Sri Mulyani dalam pidato perpisahannya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjabat. Sambil menitipkan pesan kepada seluruh jajaran Kemenkeu untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen yang kuat dalam mengelola keuangan negara.
Sepanjang kariernya, Sri Mulyani telah menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam tiga periode pemerintahan, yakni pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Joko Widodo, dan terakhir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Dengan sederet kebijakan penting yang lahir dari kepemimpinannya, mulai dari program amnesti pajak, reformasi subsidi, hingga strategi fiskal yang terbukti krusial dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Acara perpisahan itu berlangsung penuh haru, ketika seluruh pegawai Kemenkeu kompak membawa bunga mawar putih sebagai simbol penghormatan. Sementara Sri Mulyani hadir dengan balutan kebaya cokelat dan selendang batik, didampingi sang suami Tonny Sumartono. Serta disambut tepuk tangan panjang dan pelukan hangat dari para pegawai yang telah lama bekerja bersamanya.
Sebagai penutup, Sri Mulyani meninggalkan pesan sederhana namun penuh makna. Meskipun ia meninggalkan jabatan publik, semangat pengabdiannya tetap hidup dan ia berharap nilai tersebut terus ditanamkan dalam setiap anak bangsa.
"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," ucap Sri Mulyani (09/09).
Kini, kepemimpinan Kementerian Keuangan berada di tangan Purbaya Yudhi Sadewa, sosok yang akan menentukan arah baru kebijakan fiskal Indonesia ke depan. Publik menanti gebrakan serta strategi apa yang akan diambil, dan di sisi lain Sri Mulyani melangkah ke fase kehidupan berikutnya sebagai warga negara biasa.
Tags
News
