Oleh: Nabila Febriyanti
Aruskabar.com – Pernahkah kamu melihat orang mengenakan kostum unik yang tidak biasa ditemui sehari-hari? Atau mungkin kamu masih asing dengan istilah "costume player"? Jika iya, mari kita mengenal fenomena yang disebut cosplay ini lebih dalam!
Cosplay merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Secara harfiah, cosplay adalah sebuah hobi atau bentuk seni pertunjukan di mana para pelakunya menyebut cosplayer. Dengan mengenakan kostum dan aksesori khusus untuk memerankan suatu karakter secara detail dan mendalam.
Awal Munculnya Costume Play
Melansir dari laman repository Universitas Gadjah Mada, salah satu kebudayaan yang mendunia dan dikenal masyarakat adalah budaya cosplay yang berasal dari Negara Jepang. Cosplay yang merupakan singkatan dari Costume Play adalah budaya mengenakan kostum dalam tokoh fiksional sebuah cerita. Budaya Cosplay ini muncul dengan adanya budaya Pop Jepang yaitu anime dan manga.
Asal-usul cosplay dimulai di Barat. Awalnya, para penggemar fiksi ilmiah mengenakan kostum ke konvensi, dengan contoh pertama pada tahun 1939.
Istilah "cosplay" sendiri baru dibuat di Jepang pada tahun 1984. Sejak tahun 1990-an, hobi ini meledak popularitasnya dan menjadi bagian penting dari budaya pop tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia.
Di era tahun 2000-an hingga sekarang, mulai menyebarnya anime, manga, dan game Jepang ke seluruh dunia, cosplay menjadi fenomena global. Biasanya cosplay muncul di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Cosplayer dari berbagai negara dapat menampilkan karya mereka, saling menginspirasi, dan membangun komunitas internasional.
Mengapa Orang Melakukan Cosplay?
Alasan paling umum ialah karena kecintaan pada karakter favorit nya. Cosplay adalah cara terbaik untuk menunjukkan penghormatan dan kecintaan mendalam pada suatu karakter. Dengan menjadi karakter tersebut, seorang penggemar merasa lebih dekat dan terhubung dengan dunianya.
Cosplay atau Costume Play mungkin terlihat sebagai hobi yang tidak biasa. Namun, bagi sebagian lain, ini adalah cara untuk sepenuhnya menyelami dunia karakter favorit mereka. Seperti yang diungkapkan oleh seorang cosplayer pemula bernama Keke (20), perjalanannya dalam dunia cosplay berawal dari keanehan.
“Sebenarnya awalnya ga begitu suka karena aneh aja ngeliatnya,” ujar Keke.
Namun, pandangannya berubah setelah melihat teman ada yang cosplay, kemudian ia merasa tertarik untuk mengikuti.
“Tapi waktu itu ada teman online yg cosplay, aku mau ikutan dan pas coba oh ternyata asik juga bisa cosplayin karakter favorit.” sambungnya.
Ketika ditanya tentang karakter favorit yang pernah dibawanya, cosplayer ini menyebutkan beberapa nama dengan antusias. Pilihannya tidak hanya didasari oleh popularitas karakter, tetapi juga oleh kedekatan personal dan kecocokan dengan kepribadiannya sendiri, sehingga proses berakting pun terasa lebih natural dan menyenangkan.
“Kayaknya selama ini yang kusuka Kagura dari Gintama. Soalnya anime favorit juga. Karakternya ekspresif dan agak kocak, makanya bisa menyesuaikan sama karakter asli. Jadi ga perlu gaya imut imut gitu loh,” ucapnya.
Tantangan Menjadi Cosplayer
Meski menyenangkan, dunia cosplay tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah mencari kostum yang cocok dan berkualitas, terutama untuk karakter yang tidak populer. Hal ini seringkali menjadi proses yang sulit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu, pandangan orang lain saat dalam perjalanan menuju event juga menjadi hal yang perlu dihadapi.
“Biasanya pandangan orang normal selama perjalanan ke event sih, ini sebenernya ga bakal jadi masalah kalo kita pede, tapi aku kadang ga pede,” ujar Keke.
Dari segi biaya, ia mengungkapkan bahwa untuk satu karakter sederhana, ia bisa mengeluarkan dana sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000. Strateginya adalah dengan berburu penawaran murah di platform e-commerce.
"Karakter impian si Imai Nobume sama Suisei Hololive, alasan karena harganya selalu mahal kostumnya ribet soalnya," sambung Keke sambil tertawa ringan.
Menurut Keke cosplay adalah dunia yang sangat luas dan tidak terbatas. Tidak harus memerankan tokoh favorit, tokoh game, atau tokoh komik, tetapi apa saja.
“Cosplay itu ga cuma harus jadi karakter anime, bahkan ada cosplay aneh misalnya jadi papan job application gitu, jokes medsos buat nakutin orang supaya kerja,” ujarnya.
Pada intinya, cosplay bukan sekadar hobi memakai kostum. Ia adalah perpaduan antara kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan cinta pada sebuah cerita. Ia adalah bahasa universal yang menyatukan orang-orang dari berbagai belahan dunia berdasarkan pada kesukaan yang sama.
Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba? Dunia cosplay selalu terbuka untuk siapapun yang memiliki imajinasi dan keberanian untuk menjadi karakter idamannya.
keren bgt pemilihan di setiap kata nya🥰
BalasHapus